Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis informasi yang bisa dipastikan keakuratannya tentang gempa tektonik yang melanda Sulawesi Utara ( Sulut) pada senin pagi , 5 November 2012. .
Bukan cuma sekali, tapi dua kali . Yang pertama terjadi pada senin pagi, tanggal 5 November 2012 pukul 06.46
WIB, dengan kekuatan 5,2 SR. Getaran gempa tersebut terjadi di lokasi dengan koordinat 4.55 derajat Lintang Utara (LU)
dan 124.95 derajat Bujur Timur (BT). Terletak di 126 km barat laut Kepulauan
Sangihe, Sulut. dengan kedalaman pusat gempa 10 km. Yang kedua terjadi pada pukul 07.29 WIB dengan kekuatan 5, 2 Skala Richter ( SR ) di lokasi 135 km tenggara Bolaang Mongondow Timur, dengan kedalaman pusat gempa 10 km.
pada 0.17 derajat Lintang Selatan (LS) dan 125.33 derajat Bujur Timur (BT).
Gempa bumi berdasarkan wikipendia adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa Bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi). Frekuensi suatu wilayah, mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang di alami selama periode waktu. Gempa Bumi diukur dengan menggunakan alat Seismometer. Moment magnitudo adalah skala yang paling umum di mana gempa Bumi terjadi untuk seluruh dunia. Skala Rickter adalah skala yang di laporkan oleh observatorium seismologi nasional yang di ukur pada skala besarnya lokal 5 magnitude. kedua skala yang sama selama rentang angka mereka valid. gempa 3 magnitude atau lebih sebagian besar hampir tidak terlihat dan besar nya 7 lebih berpotensi menyebabkan kerusakan serius di daerah yang luas, tergantung pada kedalaman gempa. Gempa Bumi terbesar bersejarah besarnya telah lebih dari 9, meskipun tidak ada batasan besarnya. Gempa Bumi besar terakhir besarnya 9,0 atau lebih besar adalah 9,0 magnitudo gempa di Jepang pada tahun 2011 (per Maret 2011), dan itu adalah gempa Jepang terbesar sejak pencatatan dimulai. Intensitas getaran diukur pada modifikasi Skala Mercalli.


