TONTON DI YOUTUBE













Lomba Cipta Lagu Anti Minuman Keras

Ini merupakan satu langkah gerakan kreatif yang di dukung penuh oleh Kepolisian Republik Indonesia ( POLRI). Minuman keras memang seperti menjadi bagian yang sulit lepas dari kehidupan generasi muda selain narkoba. Karena itu, untuk menghapus "tradisi" miras tersebut, secara kreatif, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara menggelar ajang lomba cipta lagu bertajuk 'Brenti Jo Bagate'.

Lansiran berita dari Tribun Manado yang dilaporkan oleh Pengasihan Susanto Amisan, menunjukkan bahwa acara kreatif penanggulangan minuman beralkohol tersebut di mendapat support dari seluruh jajaran kepolisian resort (Polres) dibawah wilayah Polda Sulawesi Utara dalam komando Kapolda Drs Dicky Atotoy .

Sosialisasi 'Brenti Jo Bagate' dilakukan lewat babin kantibmas di setiap jajaran polsek. Dalam lansiran berita tersebut, Kapolres Minsel, AKBP Sumitro menjelaskan bahwa pendaftaran sesungguhnya sudah dibuka, dan bagi yang berminat dipersilahkan mendaftar di Polres-Polres wilayah Polda Sulawesi Utara. Berbagai hadiah menarik telah disediakan untuk pemenang, salah satunya akan difasilitasi masuk dapur rekaman.

Final lomba cipta lagu  'Brenti Jo Bagate'  yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menjadi "stop minum minuman keras " ini akan dilaksanakan di Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dan lagu yang menjadi kandidat akan dijadikan lagu sosialisasi dampak minuman memabukkan ini.

Menurut Brigjen Pol Dicky Atotoy, Kapolda Sulawesi Utara,sosialisasi dengan metode lagu, diharapkan lebih bisa mengena di hati masyarakat. Buktinya, program ini ternyata telah direspon positif oleh masyarakat luas di daerah terkait. Masyarakat turut berpartisipasi dalam mensosialisasikan program acara tersebut, diantaranya dengan membuat dan memasang baliho-baliho di tempat-tempat strategis, seperti di pinggir jalan dan lain sebagainya. 

Inisiatif dalam pemasangan baliho-baliho publikasi seperti ini menjadi bukti sinerginya elemen-elemen masyarakat dengan pihak kepolisian dalam memberantas penyakit-penyakit sosial yang ada, khususnya di wilayah Polda Sulut.