1 November 2012, Sekitar pukul 11 WITA, AM meminta ibu korban memasak mie instan di pondok cengkeh tempat mereka selama ini bekerja. Saat sang ibu pergi, AM mulai mengajak Bunga (nama samaran) yang masih kecil itu untuk ber"halah-halah" di tengah kebun cengkeh. Bunga ketakutan setengah mati. Puncaknya adalah ketika AM sudah tak tahan lagi dan mulai membuka celananya. " Ekor depan" AM itu ditunjukkan pada Bunga hingga gadis cilik tersebut menangis terkencing-kencing.
Belum sempat aksi bejat terjadi, ibu korban datang lebih cepat untuk mengajak AM dan anaknya makan mie instan. Bukannya datang untuk makan, AM malah buru-buru pergi dengan alasan ke kecamatan untuk membuat E-KTP. Sang ibu tentu saja curiga, kecurigaannya makin besar mengetahui anaknya terlihat ketakutan sampai terkencing-kencing. Usut punya usut, mengakulah Bunga bahwa dia hampir saja dicabuli AM. Kemarahan sang ibupun meledak. Dirinya melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Mulakoli. Warga Mulakoli yang mendengar kasus ini juga langsung bergerak mencari AM ke kecamatan juga ke pelosok-pelosok desa. Karena tidak ditemukan, Ibu dan anak ini akhirnya melapor ke kantor polisi Boawae.
Beruntung, hasil visum tidak menunjukkan adanya kekerasan seksual, namun demikian AM tetap dicari untuk mengklarifikasikan benar tidaknya kejadian cabul tersebut .
"Dari hasil visum tidak ditemukan kekerasan seksual. Kami masih berupaya
meminta klarifikasi AM. Kami berharap beliau segera datang untuk
melakukan klarifikasi kalau memang tidak bersalah," Ujar Kapolsek Bowae Suyatno seperti yang dilansir tribunnews.com.
Melihat apa yang terjadi pada Bunga, terutama kondisi psikologis ketika kejadian itu terjadi (sampai terkencing-kencing), bisa jadi di kemudian hari Bunga akan mengalami suatu kondisi psikologi tertentu.
Menurut Wikipendia.org. pelecehan seksual anak dapat mengakibatkan kerugian baik jangka pendek dan jangka panjang, termasuk psikopatologi (menjadi psikopat) di kemudian hari. Dampak psikologis, anak menjadi emosional, depresi, gangguan stres pasca trauma, kegelisahan, gangguan makan, rasa rendah diri yang buruk, gangguan identitas pribadi dan kegelisahan.
Untuk itu, korban-korban kriminal seperti ini harus mendapat perhatian khusus sesegera mungkin.

