TONTON DI YOUTUBE













Hal Ikhwal Kegaiban (3 )


Kalau aku bercerita mengenai teman Bapak, maka yang aku maksud itu bukanlah satu, melainkan ada beberapa.Yang terdekat adalah Pak W, seorang peranakan Jawa dan Sumatera. Dari berbagai kisah yang kudengar dari Bapak atau dari dirinya sendiri yang kucuri dengar atau pernah ia katakan sendiri padaku, aku dapat menceriterakan sebagai berikut:

Sejak kecil, ia telah mengenal hal di luar nalar manusia, berinteraksi dengan dunia lain. Ia sering diadu, disuruh berkelahi melawan demit dan mahluk-mahluk halus lainnya. Seperti apa bentuk perkelahiannya tentu aku tak tahu benar, apakah seperti orang bersilat, atau hanya secara imajiner. Dengan Bapak, hubungannya memang tidak formal, dalam arti ketika Bapakku masih menjabat kepala sekolah, ia menjadi semacam ajudan tak resmi, sopir tak resmi. Ia bukan karyawan sekolah, dan juga bukan pegawai negeri di sekolah negeri Bapak. Yang pasti, ia akan menyetir untuk bapak ke Semarang, dan ia mendapat upah dari Bapak. Sering pula ia menjadi sopir keluarga jika kami berlebaran di rumah kakek nenek di Surabaya. Dalam suatu perjalanan ke Semarang, ia merasa amat lelah dan oleh karenanya meminta ijin pada Bapak untuk tidur. Katanya ia akan dibantu oleh mahluk gaib sehingga Bapak tak perlu khawatir. Dan benar, ia memang seperti kata bapakku menyetir dalam keadaan tertidur. Lain lagi, ia pernah bertanya pada bapakku akan suatu nama tumbuhan dalam bahasa latin. Pertanyaan ini diajukan ketika mereka berdua tengah menempuh perjalanan dinas ke Semarang. Bapak mempunyai latar belakang pendidikan Biologi, dan entah Bapak tahu atau tidak nama tumbuhan yang dimaksud, akan tetapi yang pasti Bapak tahu itu nama latin suatu tanaman. Ternyata nama dalam bahasa latin yang merupakan obat untuk suatu penyakit. Aku tak tahu siapa yang sakit kala itu, tapi bahwa mereka, mahluk gaib mengenal nama latin tentu suatu keanehan sendiri. Bahasa asing ternyata juga dimiliki mereka mahluk non fisik, sebagaimana ditegaskan oleh Pak W ini. Ia mengatakan, sering didatangi mahluk gaib dari lain negara, dan mereka masing masing juga menggunakan bahasa sendiri. Dan untuk ini tentu perlu penerjemah yang juga adalah mahluk halus itu.

Ada pula suatu saat dia berkunjung ke rumah kami, dan menceriterakan bahwa ia baru saja menghadiri suatu pertemuan di dalam Gunung Merapi. Konon, para mahluk gaib juga melakukan semacam rembug nasional membahas gonjang ganjing politik di tanah air. Di lain kisah, ia pernah membantu seorang anak yang kemasukan roh halus Karenanya, si anak menjadi rakus dan bisa menghabiskan berbakul nasi dalam sekali makan. Juga bagaimana ketika ia menolong seorang anak rekannya sesama paranormal. Si anak menemukan uang limaratus rupiah sepulang sekolah, dan ternyata uang itu bukan uang sembarangan, melainkan bagian dari ilmu gelap. Si anak itu sakit, dan usut punya usut, sumbernya ada di Bengawan Solo. Maka didatangilah sumber itu, dan dilemparkan uang yang sama sebagai ganti ke bawah sungai. Dan belum sampai uang menyentuh air sungai, ia telah disambar seekor ular yang sekonyong-konyong muncul dari dalam sungai. Anak yang sakit itupun sembuh.

Jika harus mengingat banyak peristiwa gaib seperti yang telah kutulis di atas, sudah tentu akan banyak yang harus aku tuliskan. Namun yang pasti, aku mensikapi hal ikhwal kegaiban itu dengan tiada berlebihan.Dari keyakinan agamaku, aku pula meyakini bahwa mahluk halus, dunia lain itu ada. Al Qur'an, kitab suci umat Islam mengatakan bahwa Tuhan menciptakan mahluk dalam dua jenis: jin dan manusia. Maka meyakini akan adanya mahluk dan dimensi lain yang tak terlihat adalah suatu kewajiban agama bagiku. Aku menerimanya, mempercayainya karena percaya bahwa Tuhan tak saja mencipta mahluk berfisik materi, namun pula mahluk imateri. Bagiku, mahluk halus itu seperti binatang. Sebagai manusia, kita adalah sebaik-baik dan semulia makhluk di hadapan Tuhan, akan tetapi sebagaimana terhadap ular maupun harimau, jika kita tak berhati-hati dalam menghadapinya atau malahan mengganggunya  bisa kita jadi akan celaka.


_____________________________________

Manunggal K Wardaya
PhD Researcher Radboud University Nijmegen
Kolektor dan Pemerhati Musik Indonesia
Kini tinggal di Nijmegen, Belanda
manunggal.wardaya@gmail.com
_____________________________________