Kalender Suku Maya yang berakhir tanggal 21 – 12 – 2012 adalah sebuah rangkaian kalender yang jika di total berjumlah 5000 tahun. Akhir penanggalan ini dikabarkan merupakan penanda berakhirnya dunia, atau oleh orang-orang beriman biasa disebut Kiamat. The end of the world ! Tidak sedikit yang mempercayai akan datangnya tragedy besar ini. Akibatnya bisa ditebak, keresahan timbul di berbagai belahan dunia.
Buat mereka yang punya uang, mereka mempersiapkan diri dengan membuat bunker-bunker perlindungan, merancang peralatan perlindungan khusus atau paling mentok pindah ke pegunungan-pegunungan. Saking hebohnya teror kiamat ,membuat pemerintah China terpaksa menangkap 1000 lebih orang yang dianggap menggganggu ketentraman umum. Mereka dijaring karena berusaha menyebarkan surat-surat peringatan kiamat di jalanan yang disertai ancaman.
Ini mengusik saya untuk mengetahui lebih lanjut apa yang sesungguhnya terjadi 5000 tahun (atau sekitar 3000 tahun SM) yang lalu . Jika penanggalan Maya berakhir per 5000 tahun, maka apa yang telah terjadi sebelum-sebelumnya ? Saya mencatatkan legenda /mitologi/ peristiwa berikut ini :
Perang Besar 18 Hari
Adalah sebuah perang yang biasa disebut juga perang Mahabarata. Perang saudara yang melibatkan lima Pandawa dan seratus Kurawa ini didukung kerajaan-kerajaan sekutunya masing-masing . Terjadi di sebuah padang luas yang bernama Kurusetra pada 3000 tahun sebelum masehi atau sekitar 5000 tahun yang lalu. Perang ini dianggap gerbang menuju zaman Kaliyuga, zaman kehancuran menurut kepercayaan Hindu. Jutaan orang dan hewan kendaraan perang terbunuh di medan Kurusetra. Sisanya menjadi janda dan anak-anak terlantar. Ekses dari perang ini membuat dunia seakan tidak ada aktifitas yang berarti, sebab yang tersisa cuma tangisan kelaparan maupun kesakitan dimana-mana . Kini dataran Kurusetra masih bisa disaksikan keberadaannya di Negara bagian Haryana, India.
Kebudayaan Timur
Entah ada hubungannya atau tidak dengan peristiwa di Kurusetra ( mungkin tidak ada). Tapi diperkirakan 3000 Tahun SM suku-suku yang tadinya nomaden mulai mengembangkan kebudayaannya dari kota-kota kecil dan komunitas petani di tepian sungai Nil Mesir, sungai Tigris dan Eufrat hingga Huang Ho Cina. Berdasarkan penemuan, kebudayaan ini telah berhasil membuat berbagai benda logam serta tulisan hieroglif.
Anehnya dalam catatan Herodotus pada lembar-lembar yang menceritakan Raja-Raja Mesir, dikatakan bahwa ekspedisi Mesir pernah mencapai sebuah pulau dengan route menuju timur lalu ke tenggara . Dari pulau tersebut ekspedisi ini mendapatkan banyak kapur barus yang menjadi salah satu bahan pengawet pemumian sekaligus membawa emas yang berlimpah. Lokasi ini merujuk pada tempat yang kita kenal sebagai kota Barus , di Tapanuli, Sumatera Utara. Keterangan lain menyebutkan Dinasti ke XVIII Mesir (diasumsikan tahun 1.567 SM- 1.339 SM) sering melakukan perdagangan ke arah timur ke sebuah wilayah yang telah berkembang sejak 3000 SM. Jika benar tujuan yang dimaksud dalam keterangan ini sama dengan catatan Herodotus (yakni masih kota Barus), maka berbanggalah jadi orang Indonesia karena kemajuan peradaban kita ternyata telah tercatat 3000 tahun sebelum masehi.
Penduduk Dunia Sekitar 100 Juta
Dari Wikipedia, saya menemukan catatan bahwa di era 3000 tahun SM, jumlah penduduk dunia masih sekitar 100 juta orang. Saya meyakini jumlah ini sudah termasuk di seluruh dunia dan tidak mengacu pada tempat tertentu. Anda bisa bayangkan bagaimana dunia yang sebegitu luas hanya ditinggali 100 juta orang saja. Sepi sekali. Anda bisa ngebut seenak udelnya dimana saja
Awal mula sejarah di mulai 3000 tahun SM
“Sejarah tertulis “ dinyatakan dimulai pada abad 30 SM ( tahun 3000 SM) sejak ditemukannya aksara kuneiform sebagai tulisan koheren tertua dari periode protoliterat. Temuan tulisan ini menjadi pembatas antara masa “sejarah “ dan masa “pra sejarah”.
Itulah catatan-catatan saya, lalu bagian mana yang menyatakan ada bencana per 5000 tahun seperti yang diramalkan Bangsa Maya ?
Wah, padahal saya sedang menunggu datangnya kiamat persis di tanggal 21 Desember 2012, karena hari itu saya harus bayar tagihan listrik, bayar ini-bayar itu… haduh (tepok jidat)


