TONTON DI YOUTUBE













Perang Ambon Polisi Di Arteri Gajah Mada

Tadi sempat di sebuah status facebook kawan terulis pesan berikut ini :

" Guys yg tinggal di Jakarta !! Hindari jln menuju KOTA depan Arteri GAJAH MADA sedang terjadi perang AMBON dan POLISI, terjadi baku tembak dan kemacetan total.....Tolong teruskan info ini supaya tidak terjadi hal2 yg tidak diinginkan Thanks !!!!!! "

Adalah benar telah terjadi insiden antara polisi dengan massa hingga diletuskan tembakan peringatan berkali-kali di udara. Bahkan Kabar petang TV One sempat mengambil gambar kejadian tersebut.

Namun demikian insiden tersebut terkait dengan kericuhan di sidang tuntutan kasus John Key di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat  Karena tidak bisa menerima tuntutan jaksa, simpatisan John Kei mengamuk hingga berhasil dibubarkan oleh pasukan anti huru hara.

Rupanya pesan berantai tersebut terlambat diberitakan via jejaring sosial dan BBM sehingga sampai ke masyarakat luas sejak petang hingga malam.

Dalam berita yang dilansir oleh tribun news.com Wakil Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, AKBP Wahyono. "Pesan berantai itu tidak benar. Saat ini arus lalin disana masih seperti biasa," tegas Wahyono.

Apa yang disampaikan dalam berita tersebut menegaskan bahwa pesan BBM dan jejaring sosial itu tidaklah benar dan bisa dianggap hoax.

Maka buat warga Jabodetabek sebaiknya tidak mudah mempercayai kabar-kabar yang beredar lewat pesan-pesan berantai semacam ini. Kedewasaan dalam menelusuri sebuah berita sangatlah diperlukan saat media komunikasi menjadi akrab di kehidupan kita.

*****

Pengertian Hoax menurut wikipedia.org : 

Sebuah pemberitaan palsu adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu. Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan suatu sebutan yang berbeda dengan barang/kejadian sejatinya. Suatu pemberitaan palsu berbeda dengan misalnya pertunjukan sulap; dalam pemberitaan palsu, pendengar/penonton tidak sadar sedang dibohongi, sedangkan pada suatu pertunjukan sulap, penonton justru mengharapkan supaya ditipu.