TONTON DI YOUTUBE













The Walking Dead Session 3 : Perubahan Sekaligus Konsistensi

Terror mayat hidup yang biasa di sebut zombie terus berlanjut hingga menjelang tutup tahun 2012 ini.

Setidaknya hingga tulisan ini diturunkan, 8 episode dalam season 3 telah digarap oleh AMC TV, produsen zombie serial yang terus menerus konsisten menjaga kualitas filmnya. ( bandingkan dengan sinetron Indonesia yang asal hajar, yang penting episodenya panjang, kontrak terus jalan dan artis/crewnya tetap makan ).

The Walking Dead rasanya memang dikonstruksi dengan mengambil sub genre "survival ", yakni sebuah konstruksi cerita dimana para tokohnya hidup secara nomaden, bertahan hidup dari wabah zombie yang menyerang dunia. Sub genre zombie versi ini berbeda dengan sub genre heroism macam film Resident Evil yang menempatkan zombie hanya sekedar kuman pengganggu. Para lakon dalam sub genre heroism terlampau memiliki kemampuan berlebih kalau hanya untuk menghadapi  mahluk mitologi asal Afrika ini.

Masih seperti season 1 dan 2, rombongan yang dipimpin oleh mantan Kapolsek Atlanta bernama Rick Grimes terus tak henti mencari tempat perlindungan yang diyakini aman. 

Banyak yang berubah dalam season ketiga kali ini. 
Bumper opening Walking Dead telah di rombak hingga 85% dengan tetap menjaga kesatuan thema antara season 1 dan 2. Jika bumper dua season sebelumnya menampilkan figur lakon, namun kali ini tidak. Julius Ramsay (editor) memilih menonjolkan votage-votage dramatis yang mewakili cerita secara keseluruhan. Tengok saja tampilan kelopak mata yang telah terjangkiti virus, point of view (pov) kewaspadaan di sudut-sudut ruang, POV mobil berjalan dan jalan setapak, bekas-bekas alas tidur yang ditinggalkan, juga  votage area yang dicover dalam season 3 kali ini (bangunan penjara).

Dari segi penokohan juga telah terjadi perubahan karakteristik. Carl Grimes, bocah laki-laki Rick Grimes, ternyata telah dipercaya ayahnya untuk melakukan tugas-tugas pengamanan maupun pemeriksaan. Meski postur tubuhnya tak berbeda dengan season 1 dan 2, namun sikapnya telah berubah menjadi prajurit sejati. Apapun yang diperintah atasan (dalam hal ini ayahnya sendiri), Carl siap sedia melaksanakan dan tidak kekanak-kanakan lagi. Glen Mazzara sebagai penulis skenario nampaknya telah berkompromi dengan Ernest Dickerson sang sutradara, untuk memindahkan fokus cerita agar tidak menjadikan anak-anak sebagai sumber masalah lagi seperti dalam season 2.

Lori Grimes, istri Rick juga telah hamil tua dikisaran 9 bulan. Menyaksikan kondisi ini bisa dipastikan bahwa season 3 akan berfokus pada masalah kelahiran si jabang bayi. Dan benar saja, menit-menit awal adalah kegundahan sekaligus usaha Rick untuk menemukan tempat yang bisa dianggap layak menjadi tempat kelahiran.

Session Tiga Episode Satu

Secara khusus, episode 1 season 3 dibuka dengan satu set besar penjara yang ditemukan Rick Grimes dan Deryl Dixon saat pemeriksaan lokasi. Tempat ini menjawab kepenasaran penonton terhadap bagian akhir dari season 2 yang menampilkan sebuah area besar tak jauh dari posisi mereka bermalam di pinggir hutan. Ya, tempat itu adalah sebuah penjara.

Rick dan rombongan kemudian membuat rangkaian strategi untuk menguasai halaman penjara yang telah berisi puluhan narapidana. Kesemuanya telah berubah menjadi zombie. Seusai menguasai halaman dan beristirahat semalaman, Rick dkk mulai menyisir satu persatu lokasi penjara untuk mencari tempat yang lebih aman dan mampu menahan cuaca. Apalagi kalau bukan ruang di dalam penjara itu sendiri.

Sel blok C rupanya menjadi tempat yang dianggap paling aman setelah berhasil melumpuhkan beberapa zombie. Para anggota kemudian memilih ruangan dalam sel dan tempat tidur sebagai kamar tinggal sementara.

Yang patut dicatat sejak dari The Walking Dead Season 1, 2 hingga 3 kali ini adalah konsistensi brutalisme dan sadisme dalam menggarap scene-scene "pembantaian zombie". Zombie secara mitologi memang hanya mampu dilumpuhkan dengan memenggal kepala atau menghancurkan otak mereka. Maka ini adalah juga merupakan warning amat sangat bagi sesiapun yang belum pernah menonton sub genre film usia dewasa semacam ini. Kesiapan mental, kedewasaan cara berpikir dan pertahanan jiwa yang kokoh untuk menyaksikan adegan-adegan (yang di Indonesia sepertinya tak bakal lolos sensor ini) menjadi pondasi utama. Namun demikian film tetaplah film. Kecanggihan teknologi telah membuat apa yang ditampilkan menjadi sangat real meski sifatnya hanya imajinasi dan eksplorasi effect visual semata.

Buat anda penggemar film bergenre thriller, rasanya The Walking Dead adalah rekomendasi yang cukup baik. Berdasarkan penelitian terbaru, film-film bergenre ini ternyata mampu memacu adrenalin, mengurangi lemak dan imbasnya menyehatkan jantung sekaligus menurunkan berat badan. ( Silahkan baca artikelnya DISINI).

Session 3 Episode 1 ditutup dengan satu pertanyaan bersambung, siapakah 5 orang narapidana yang ternyata ditemukan berhasil lolos dari wabah zombie di penjara tersebut.

______________________________

D. Dhewanindra
Kontributor areapager.com
Penyuka Sejarah dan Kebudayaan
Kini tinggal di Depok, Jawa Barat
______________________________