Berbeda dengan bentuk iklan yang biasa dibuat jaman sekarang, iklan jadul ternyata dibuat apa adanya, tidak dilebih-lebihkan. Jika dibandingkan dengan tampilan iklan saat ini, kebanyakan lebih cenderung melakukan pembohongan publik. Misalkan pada sebuah iklan pemutih kulit, sering yang ditampilkan adalah justru bintang iklan yang memang kulitnya sudah putih dari sananya.
Iklan jadul yang saya peroleh dari browsing iseng-iseng via youtube ini diperankan oleh almarhum Bagio, seniman serba bisa yang sangat populer kala itu. Indomie ditampilkan tanpa aksesoris menu yang membingungkan seperti sekarang. Mie instan yang disajikan betul-betul mie apa adanya, tanpa perlu ada ayam, telur atau apapun. Sangat sederhana, sesederhana saat menyantapnya bersama keluarga.
Iklan yang dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai Pariwara merupakan media promosi benda,makanan, gagasan atau jasa yang menggunakan sejumlah strategi guna mencapai segmen pembelinya. Kesuksesan penjualan sebuah produk sejatinya tidak hanya terletak pada iklan semata, namun juga relasi publik dan kedekatan dengan pembeli.
Sejarah Iklan
Tak ada yang tahu persis sejak kapan sesungguhnya iklan muncul pertama kali di dunia, namun catatan wikipedia menyebutkan iklan dikenal sejak jaman Yunani dalam bentuk tulisan. Saat itu iklan tidak di tempelkan di dinding-ding, namun lebih bersifat surat edaran. Berikut ini petikannya :
" ....... Iklan tulis mulai dikenal sejak zaman Yunani kuno. Ketika itu, iklan berisi mengenai budak-budak yang melarikan diri dari tuannya atau mengenai penyelenggaraan pertandingan Gladiator, pada masa ini iklan hanyalah berupa surat edaran. Beberapa waktu kemudian barulah muncul metode periklanan yang ditulis dengan tangan dan dengan kertas yang lebih besar di Inggris. Iklan pertama yang dicetak di Inggris ditemukan pada Imperial Intelligencer Maret 1648. Sampai tahun 1850-an, di Eropa iklan belum sepenuhnya dimuat di suratkabar. Kebanyakan masih berupa pamflet, leaflet, dan brosur. Iklan majalah pertama muncul dalam majalah Harper tahun 1864.
Iklan pertama kali diperkenalkan di nusantara oleh Gubernur Jenderal Hindia-Belanda periode 1619 - 1629 Jan Pieterzoon Coen. J.P. Coen juga adalah penerbit Bataviasche Nouvelle, surat kabar pertama di Indonesia yang terbit tahun 1744, satu abad setelah J.P. Coen meninggal."


