
Setelah tiga kali asap membumbung hitam dari cerobong kapel Sikstina, akhirnya konklaf tanggal 14 Maret 2013 (waktu Indonesia) berhasil memilih Paus ke 266. Beliau adalah Jorge Mario Bergoglio yang menggunakan gelar Paus Fransiskus Pertama.
Sebelum menampakkan diri di Balkon Basilika Santo Petrus , Paus Fransiskus pertama di tempatkan di ruangan airmata dimana sebelumnya para Paus yang baru saja terpilih, menumpahkan segala perasaannya. Di tempat yang khusyuk itu, Paus terpilih menyiapkan diri sebelum muncul menampakkan diri ke hadapan dunia. Terutama kepada lebih dari 1, 5 Milyar umat Katholik yang akan di pimpinnya seumur hidup. (kecuali Paus Benedictus XVI yang mengundurkan diri).
Kurang dari satu jam kemudian, Balkon Santo Petrus langsung di hiasi ornamen merah, terutama karpet kebesaran kepausan yang disiapkan oleh para pengawal Paus. Di situlah Paus Fransiskus berdiri menyampaikan berkat kepada semua umat yang kebetulan hadir di halaman Basilika Santo Petrus. Ribuan umat katholik histeris dan menyambut haru kemunculannya di depan publik.
Siapakah Paus Fransiskus Pertama ?
Jorge Bergoglio lahir di Buenos Aires, Argentina. Merupakan salah satu dari lima anak dari sepasang pekerja kereta api yang hidup sederhana di Italia. Setelah belajar di Seminari Villa Devoto, ia masuk Serikat Yesuit pada tanggal 11 Maret 1958. Berkat sikapnya yang rendah hati dan sederhana, perlahan-lahan Bergoglio ditunjuk oleh hirarky diatasnya untuk mengemban tugas-tugas khusus. Pada puncaknya dia ditunjuk sebagai Kardinal dan kemudian terpilih sebagai Paus ke 266 pada tanggal 14 Maret 2013.
Pada saat masih sebagai Kardinal, Bergoglio cukup sengit menentang pemerintah Argentina yang berniat meng-gol-kan undang-undang yang mengijinkan pernikahan sejenis (homoseks), baik itu gay maupun lesbian.
Bahkan dia mengirim surat ke berbagai ordo untuk memperingatkan ancaman luar biasa dari undang-undang tersebut. Isinya kira-kira berikut ini :
" Ingat. Jangan naif ! Di sini kita sedang tidak bicara masalah politik yang sederhana, tapi masalah yang lebih besar dan memaksa kita terlibat pada pertempuran dengan raja dari segala raja pembohong yang berniat mengacaukan kehidupan anak-anak Allah. Gereja selama berabad-abad telah tegas menolak masalah ini ! ".
Presiden Argentina Cristina Fernández de Kirchner yang mengetahui hal ini balik menyerang dan mengatakan bahwa Kardinal Bergoglio seperti berasal dari abad pertengahan yang kuno dan jadul. Bukan hanya itu, Presiden itu juga memprovokasi dan mencari-cari kesalahan Bergoglio dengan menggunakan beberapa pengacara Hak Asasi Manusia untuk menyerang Kardinal yang pernah menolak segala fasilitas keuskupan dan memilih hidup sederhana di sebuah apartemen sempit ini.
Bukan hanya menentang keras masalah homoseksual, Bergoglio juga menentang aborsi maupun penggunaan alat-alat kontrasepsi
Kerasnya penolakan terhadap hal-hal tersebut, membuatnya dicap konservatif oleh kalangan liberal dan kaum modernis.

