TONTON DI YOUTUBE













Sejarah dan Riwayat Kris Biantoro


Christophorus Soebiantoro demikian nama panjangnya, lahir di Magelang Jawa Tengah pada 17 Maret 1938. Masa itu adalah masa pergolakan revolusi kemerdekaan sekaligus gegap gempita perang dunia kedua.  Pertempuran terjadi di hampir seluruh penjuru dunia. 

Di Indonesia, Belanda dihantam habis - habisan oleh tentara Dai Nippon sehingga surut mundur dari tanah jajahannya yang telah dikuasai ratusan tahun. Kris lahir dimasa gelora nasionalisme dipupuk seluruh elemen bangsa yang berbeda agama, kepercayaan , suku maupun ras demi meraih kemerdekaan dan menjaga kedaulatan. Maka tak heran, jika Kris hingga di usia senja masih menyala-nyala api kecintaannya pada bangsa dan negara.

Semasa masih usia dua puluhan, Kris menjawab panggilan negara untuk menjadi relawan bersama kawan-kawan sekampusnya, meninggalkan bangku kuliah di Universitas Katolik Atmajaya dan turut bertempur melawan Belanda dalam sebuah operasi terkenal yang diberi nama " Operasi Trikora ".  

Selama 6 bulan Kris berada di tengah hutan dan terlibat dalam operasi yang juga telah membuat gugur Kepala Staff Angkatan Laut saat itu, Yosafat Sudarso. Usai Irian Barat berhasil di rebut, Kris di tarik mundur dan kelak mendapat gelar kehormatan sebagai Veteran Pembela Kemerdekaan. 

Di masa krisis politik yang berujung pembantaian massal dengan tuduhan Partai Komunis Indonesia, Kris di tawari untuk menjadi staff KBRI di Australia. Maka pada tahun 1964 hingga 1971, Kris urban ke negara kangguru tersebut. Di sana di bertemu dengan seorang gadis Vietnam cantik bernama Maria Nguyen Kim Dung dan lantas menikahinya. Dari pernikahan tersebut ,  Kris mendapatkan dua putra, yaitu Invianto dan Ceasefiarto.

Selepas tidak lagi menjadi staff KBRI , Kris kembali harus berjuang, kali ini demi menghidupi keluarga kecilnya.  Beberapa waktu Kris menjadi penjual roti keliling hingga akhirnya memutuskan kembali ke tanah air pada tahun 1971.

Nasib baik ternyata ada di negeri sendiri. Bakat seni yang memang sudah dimiliki sejak masih bersekolah di SMA De Britto Yogyakarta,  ternyata membawa keberuntungan. Kris aktif dalam sejumlah project pertunjukan dan televisi, baik sebagai MC ( Master of Ceremony) atau presenter, aktor, penyanyi  dan pencipta lagu.

TVRI adalah satu-satunya media televisi yang harus diakui telah membesarkan namanya. Salah satu program acara yang cukup lama di kawalnya adalah " Dansa Yo Dansa ". Program ini membuat Kris Biantoro melambung dan menjadi selebritis sukses.Di usia yang terbilang masih muda , yakni 34 tahun, dokter memvonisnya menderita penyakit ginjal akut, namun Kris tak mudah menyerah.  Dirinya tetap " harus " sehat dan memulai pertempuran baru, yakni melawan penyakit tersebut.

Seiring usia yang bertambah, Kris mulai perlahan mengundurkan diri dari dunia entertainment dan beristirahat di kediamannya di Kompleks Bukit Permai Cibubur, Jakarta. Meski adakalanya di undang sebagai tamu di beberapa program acara, Kris masih tetap terlihat bersemangat menggelorakan rasa nasionalisme yang mulai luntur di kalangan anak muda. Terlebih sejak masa reformasi tahun 1999 yang membuat paham liberal maupun radikal sektarian mulai masuk dan mempengaruhi pola pikir masyarakat Indonesia. Membuat sekat-sekat pemisah antar golongan dan saling menghakimi satu sama lain. Melupakan jati diri sejati bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dalam pandangan Kris, pekik " merdeka " harus tetap di gelorakan hingga saat ini. Jika dulu bangsa Indonesia di jajah secara fisik, kini bangsa Indonesia sedang di jajah oleh pemikiran-pemikiran radikal yang datang dari timur maupun pemikiran kapital yang datang dari barat. Pemikiran yang merusak rasa persaudaraan sebagai satu nusa, satu bangsa.

Pada tanggal 13 Agustus 2013, di usia 75 tahun, Kris Biantoro beristirahat selama-lamanya ketika sedang bersantai menikmati kicauan burung-burung peliharaannya.