TONTON DI YOUTUBE













Golkar Tetap Peduli Ratu Atut


Partai Golkar memastikan akan menjenguk Kadernya Ratu Atut Khosiah yang kini ditahan di Rutan Pondok Bambu, Jakarta. Golkar menegaskan tidak akan meninggalkan Ratu Atut sendirian dan akan terus memberikan dukungan moral.

Hal ini di sebutkan oleh Sekjen partai Golkar Idrus Marham, ia memastikan partai Golkar akan tetap mendampingi Ratu Atut yang saat ini ditahan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) karena tersangkut kasus suap Pemilukada Lebak Banten. Selain memberikan bantuan hukum, Golkar akan memberikan duukungan moral bagi Ratu Atut.

“Semua Kader partai Golkar yang berproses, kemudian yang sudah terpidana, kita akan tetap bersilaturahmi. Tidak bisa kita memutuskan, kemudian seakan-akan kita alergi kepada yang bersangkutan, itu adalah sikap yang tidak manusiawi.” Ungkap Idrus Marham selaku Sekjen partai Golkar. 

Penahanan Gubernur Banten, Ratu Atut semakin menyeret partai Golkar yang menaunginya. Bahkan Idrus Marham tak luput dari pemeriksaan KPK, dalam pemeriksaan tersebut Idrus mengakui sempat ditemui Atut sesaat sebelum ia ditahan untuk meminta bantuan hukum.

Idrus Marham menyatakan dalam pemeriksaannya yang selama kurang lebih 8 jam, ia diperiksa sebagai saksi terkait pengembangan penyidikan kasus dugaan suap sengketa Pemilukada di Mahkamah konstitusi dengan tersangka mantan ketua MK Akil Muchtar. Selama pemeriksaan ia juga di cecar pertanyaan terkait mekanisme penetapan kepala daerah dari partai Golkar. Namun ia membantah disebut kerap melakukan lobi-lobi guna memenangkan calon dari partainya.

Sementara itu Wasekjen partai Golkar, Leo Nababan justru menegaskan sebagai partai modern Golkar menjunjung tinggi proses hukum yang sedang berlangsung dan selalu membedakan jalur hukum dan jalur politik.

“Golkar secar partai tidak akan terlibat. Kalau terlibat, bubarkan ! Partai Golkar selalu positif thinking bahwa partai Golkar selalu membedakan mana yang jalur hukum dan mana yang jalur politik. Kalau ada oknum-oknum paratai Golkar yang sedang di garap KPK, silahkan”. Tegas Leo Nababan.

Sebelumnya ketua KPK, Abraham Samad sempat menyebutkan KPK tidak takut untuk menjebloskan oknum partai Golkar yang diduga terlibat Korupsi ke bui.