Keraton dan warga Jogjakarta berduka. Gusti Bendoro Pengeran Haryo (GBPH) Joyokusumo, adik dari Sri Sultan Hamengkubuwono X meninggal dunia.
Setelah sempat menjalani perawatan karena penyakit komplikasi yang di deritanya di RS. Medistra Jakarta, akhirnya pada Selasa 31 Desember 2013 GBPH Joyokusumo menghembuskan nafas terakhirnya. GBPH Joyokusumo yang meninggal dunia tepat beberapa jam sebelum malam pergantian tahun, sebagai bentuk penghormatan warga Jogja tidak membunyikan petasan dan kembang api di malam pesta pergantian tahun tersebut.
Dan pada Rabu 1 Januari 2014 jenazah almarhum di makamkan di Hasto renggo, Kota Gede, Jogjakarta, Jawa Tengah.Warga Jogja mengekspresikan rasa duka mereka dengan berjejer ditepi jalan serta berduyun-duyun mendatangi lokasi pemakaman saat prosesi pemakaman berlangsung.
Isak tangis keluarga pecah saat jenazah almarhum perlahan-lahan diturunkan ke liang lahat. Prosesi pemakaman di langsungkan tanpa dihadiri oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X yang merupakan kakak kandung GBPH Joyokusumo. Berdasarkan ketentuan adat, Sri Sultan memang tidak diperbolehkan hadir saat pemakaman berlangsung.
Sementara itu, dimakamkannya GBPH Joyokusumo di Hasto renggo, Kota Gede berbeda dengan kerabat keraton lainnya yang kebanyakan dimakamkan di komplek Raja-Raja Mataram di Imogiri. Komplek Hasto Renggo sendiri merupakan pemakaman yang masih satu areal dengan komplek pemakaman cikal bakal Keraton Mataram Islam. Meski berbeda lokasi, Hasto Renggo, Kota Gede juga menjadi tempat peristirahatan terakhir penembahan Senopati, Raja pertama Keraton Mataram Islam.
Almarhum dikenal sebagai orang yang sangat bersahaja dan dekat dengan semua kalangan, termasuk para abdi dalem dan pemuka agama diluar lingkungan Keraton. Bahkan setiap Jumat Almarhum seringkali bersafari Jumat di masjid-masjid yang ada diluar lingkungan Keraton. Hal inilah yang menyebabkan Almarhum begitu dekat dengan kalangan ustad dan ulama di kota Jogjakarta dan sekitarnya. Tak heran jika begitu banyak warga yang juga merasa kehilangan sosok Almarhum.
Penghormatan yang diberikan oleh warga Jogjakarta kepada Almarhum GBPH Joyokusumo merupakan hal yang sangat wajar. Selain karena sosoknya yang memang dikenal sangat bersahaja dan merakyat, hal itu juga terjadi lantaran warga Jogja sangat menghormati Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta keluarga dan kerabatnya.
Sumber Photo disini

