Sudah tentu makanan adalah kebutuhan sehari-hari yang paling pokok bagi manusia. Apalagi saat kita sedang berlibur, wisata kuliner menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu. Selain bisa mencicipi aneka makanan baru, rasa khas dari makanan pada suatu tempat tertentu tentu saja bisa menjadi kenangan dan kesan tersendiri di hati kita. Tapi bagaimana jadinya jika menu-menu yang dihidangkan tidak berbahan dasar seperti biasanya ? Bagi anda pecinta kuliner, sudahkah anda mencicipi kuliner-kuliner extrim berikut ini ?
- Menu Makanan Berbahan Dasar Placenta
Seperti yang kita ketahui Placenta atau yang biasa kita sebut sebagai ari-ari bisa kita lihat setelah prosesi melahirkan. Ari-ari diyakini oleh beberapa orang di Indonesia sebagai kembaran atau teman dari bayi yang dilahirkan, biasanya setelah proses melahirkan ari-ari tersebut di cuci dan kemudian di kuburkan lengkap dengan beberapa perangkat seperti jarum, silet, bunga, kain dan beberapa uang logam yang diyakini bisa menjadi bekal untuk si anak semasa hidupnya. Setelah dikubur biasanya pada pusara ari-ari diterangi oleh lampu yang menyala selama 40 hari yang di yakini agar jalan hidup anaknya terang dan tidak tersesat dalam kegelapan.
Di Cina, Mexico, Hawai dan beberapa wilayah di Amerika dan Eropa terdapat sebuah menu yang sangat tidak manusiawi untuk di konsumsi karena menu ini merupakan bagian dari manusia sendiri. Ya, ternyata Placenta atau ari-ari menjadi menu hidangan bagi masyarakat di beberapa belahan dunia. Dengan memakan placenta di percayai dapat mencegah depresi dan komplikasi kehamilan, dan ternyata menu ini sudah pernah di praktekan oleh orang jaman dulu. Orang Mesir Kuno percaya bahwa placenta membawa sebuah keajaiban dalam kehidupan mereka, placenta juga telah di konsumsi di Brazil dan bahkan kini placenta tersedia dalam bentuk kapsul.
- Sop dan Minuman dari Darah
Kalau orang Indonesia melihat makanan dan minuman berwarna merah biasanya adalah balado dan sirup, namun tidak bagi orang-orang di Afrika dan Vietnam. Di Afrika terdapat suatu kepercayaan bahwa dengan meminum darah sapi tubuh akan menjadi lebih kuat, hal ini diterapkan oleh suku Masai yang sudah mempraktekan ini sejak beratus-ratus tahun lalu. Cara mereka menikmati darah sapi ini adalah dengan mencampurkannya dengan susu sapi tersebut.
Kalau susu darah bisa menjadi minuman favorit bagi suku Masai di Afrika, di Vietnam darah juga dijadikan sebagai bahan dasar sebuah menu. Orang Vietnam memiliki satu kuliner berbahan dasar darah yaitu sup darah beku. Sup ini diambil dari darah bebek, angsa ataupun babi. Sup ini dicampur dengan kacang dan rempah rempah, meskipun sup ini dimasak seperti sup pada umumnya tapi tentu saja menu ini tidak akan cocok bagi anda yang tidak terbiasa dengan makanan yang berbahan dasar darah.
- Keju isi Belatung
Menu berikut ini datang dari Italia, jika Italia terkenal dengan lezatnya pasta dan spageti, ternyata orang Italia juga memproduksi makanan yang sangat aneh, makanan ini bernama Casu Marzu. Casu Marzu merupakan keju tradisional yang terbuat dari susu domba, makanan ini di nikmati dengan cara membiarkan keju ini di teluri oleh belatung dan kemudian keju ini di di diamkan sampai belatung-belatung itu tumbah dan berkembang banyak. Cara mengkonsumsinya ialah dengan memakan keju ini sekaligus dengan larva dan belatung-belatungnya.
Pemerintah Itali sendiri telah menyatakan secara sah bahwa makanan ini illegal dan berbahaya. Selain berbahaya tentu saja penampilan keju ini bisa membuat kita kehilangan selera makan.

