TONTON DI YOUTUBE













Pelecehan Seksual, Jakarta Intenational School JIS Akhirnya Resmi di Tutup






Masyarakat benar-benar merasa miris dengan kasus pelecehan seksual sodomi yang terkuak di Jakarta International School (JIS), apalagi ternyata salah satu dari enam tersangka adalah perempuan yang turut terlibat secara aktif dalam aksi pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pelaku. Pernyataan resmi keperihatinan dari pihak Jakarta Internatinal School pun dirasa sangat terlambat karena Dirjend Pendidikan Anak Usia Dini Kemendiknas memutuskan untuk menutup TK Jakarta Internatinal School (JIS) per 22 April 2014.

Awan hitam terus membayangi tanah air akibat kasus kejahatan seksual yang menimpa seorang murid Taman Kanak-Kanak di Jakarta International School (JIS). Kasus ini memang belum selesai sepenuhnya karena masih ada hal-hal yang menjadi buntut atas tragedi tersebut. Salah satu diantaranya adalah sekolah yang seharusnya menjadi tempat paling aman kedua setelah rumah, justru merenggut rasa aman dari perasaan orang tua murid setelah tragedi mengenaskan itu. Efek berantai itu tentu menjadi imej buruk bagi dunia pendidikan di Indonesia. Tidak mudah bagi orang tua untuk kembali percaya pada Institusi pendidikan, terutama pada institusi Jakarta International School.

Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dan orangtua murid, Timothy Carr selaku Principal atau Pimpinan Jakarta International School menggelar jumpa pers di sebuah Hotel dikawasan Senayan, Jakarta Pusat. Di kesempatan itu Timothy Carr kembali menyatakan rasa keprihatinannya atas tragedi yang menimpa salah satu murid di institusinya.

“Ini adalah waktu yang menyakitkan bagi keluarga, kami ingin mereka tau bahwa kami bersama mereka dan kami juga merasakan hal yang sama. Kami sangat menyesal atas tragedi tersebut, sampai sekarang kami memberikan dukungan kepada mereka, hal ini adalah prioritas utama kami. Kami juga bekerjasama dengan pemerintah dan kepolisian dalam penyelidikan kejahatan ini. Kami juga memberikan perhatian pada keamanan murid-murid dan komunitas kami. Kami juga akan melakukan apapun yang kami bisa seperti memasang CCTV. Kami meminta saran kepada kepolisian tentang kondisi fisik lokasi kejahatan, hingga kami dapat meningkatkan keamanan berkat saran tersebut”. Timothy Carr.

Ketulusan atas rasa prihatin yang diungkapkan oleh Timothy Carr sesungguhnya agak meragukan, pasalnya ada kabar bahwa pihak Jakarta International School berusaha mengubah toilet tempat terjadinya kejahatan seksual yang menimpa muridnya.

Pihak sekolah memang sempat mencoba merubah toilet, seperti pintunya dicopot dan beberpa bagian dirubah, namun kita sudah meminta untuk dikembalikan lagi kebentuk semula dan sudah kita police line untuk tidak ada perubahan nantinya”.  Kombes Pol. Rikwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Sejak merebaknya tragedi kejahatan seksual yang menimpa salah satu murid JIS itu, pihak Kemendiknas memang telah melakukan investigasi dan agaknya pihak Kemendiknas telah mencapai satu kesimpulan dan menjatuhkan sangsi pada JIS dengan menutup TK PAUD Jakarta International Scholl yang telah diberlakukan mulai 22 April 2014, namun JIS wajib menyelesaikan tahun ajarannya 2013-2014. 

Sumber : Go Spot 


BACA JUGA

Minum Cairan Beracun Tersangka Pencabulan JIS Tewas Bunuh Diri, Inilah Kronologinya

Heboh Ustad Guntur Bumi UGB Curi Perhiasan Emas 200 Gram !

Mabuk Berat Personil Zigaz Aniaya Perempuan di Hari Kartini

KPI Tegur Ahmad Dhani, Virzha Indonesian Idol Bangsat Bajingan Jancuk !