Tak lama setelah gempa, pusat peringatan tsunami pasifik mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pantai pasifik Mexico sepanjang Amerika Selatan dan tengah. Otoritas setempat mengerahkan tim darurat untuk membantu evakuasi warga yang berada di sekitar wilayah pantai. Warga pun berbondong-bondong mengungsi menggunakan kendaraan mereka menuju daratan yang lebih tinggi.
Gelombang tsunami menerjang pantai utara Chili setinggi 2,3 meter. Angkatan laut Chili juga mengkonfirmasi gelombang datang dalam waktu 45 menit setelah gempa. Dalam peristiwa ini dilaporkan korban tewas sebanyak 5 orang. Tsunami di prediksi akan mencapai selatan Peru dalam lima jam ke depan. Pemerintah Peru telah menutup wilayah pantai dan peringatan tsunami telah dikeluarkan. Tsunami warning center juga telah mengeluarkan peringatan tsunami untuk Kolombia dan Panama.
Badan Nasional penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan tsunami yang terjadi di Chili akan sampai ke Indonesia diantaranya daerah pesisir Papua, Jayapura yang diperkirakan tsunami akan terjadi pada Kamis pagi, 3 April 2014 pukul 05.11 wib. Wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi dan Kalimantan juga berpotensi tsunami dengan ketinggian 0-0,5 meter dengan waktu yang bervariasi. Untuk itu masyarakat diminta untuk tetap waspada mulai pukul 05.11 wib sampai pukul 19.44 wib.
Pada tahun 2010 Chili pernah mengalami gempa yang sama, gempa berkekuatan 8, 8 SR disertai tsunami mengakibatkan kota-kota di dekat pantai mengalami kerusakan yang cukup parah, dalam peristiwa ini 526 orang tewas. Bahkan pada tahun 1960 gempa berkekuatan 9.5 SR menerjang Valvadia, Chili. Gempa ini terjadi pada siang hari dan menyebabkan tsunami hingga ke Jepang, Filipina, Hawaii, Australia dan Alaska. Valvadia merupakan kota yang paling berpengaruh di Chili, tsunami ini merusak sepanjang pantai Chili dengan gelombang mencapai 25 meter atau sekitar 82 kaki. Gempa dan tsunami di Valvadia ini merupakan gempa terkuat yang pernah ada dan memakan korban hingga kurang lebih 6.000 jiwa.
Seperti diketahui, tsunami adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, hantaman meteor dibawah laut, dan letusan gunung berapi bawah laut. Gelombang tsunami bias merambat ke segala arah tergantung dari tenaga yang terkandung dalam gelombang tsunami tersebut.

