TONTON DI YOUTUBE













Antara Rokok, Seks dan Keluarga

Tak akan pernah ada habisnya membicarakan puntung yang selalu di dewa-dewakan oleh para penggemar beratnya ini. Ya, rokok. Pernah sesekali saya bertanya pada seorang  kawan yang merupakan pecandu berat rokok, pilih mana rokok atau seks ? mereka lebih memilih hidup tanpa seks daripada harus hidup tanpa rokok, “dapet jatah seks sebulan sekali masih oke, tapi kalo satu menit tanpa rokok, mati beneran gue” itulah jawaban mantap dari kawan saya.

Bukannya tidak tau, para perokok aktif tentu saja sudah tau akibat yang akan ditimbulkan jika mereka terus mengkonsumsi puntung yang satu ini. Tak hanya di iklan komersil, bahkan dibungkus rokok tersebut pun tertulis dengan huruf kapital peringatan bahwa “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”. Namun hal tersebut tidak juga menciutkan nyali para pembelinya. Bahkan Indonesia menjadi Negara dengan tingkat perokok aktif terbanyak nomor dua di Dunia, hal yang mencengangkan berikutnya adalah bahwa sebagian besar perokok aktif berasal dari kalangan menengah kebawah dan keluarga miskin di Indonesia memiliki pengeluaran yang lebih besar untuk rokok ketimbang pengeluaran untuk kebutuhan sehari-harinya.

Diperkirakan sebanyak 5,4 juta jiwa tewas akibat kebiasaan merokok setiap tahunnya. Bahkan 31 Mei yang menjadi hari peringatan Tanpa Tembakau Sedunia ini pun kerap kali tak dianggap keberadaannya oleh sebagian besar perokok di Indonesia. Rokok tak hanya bisa membunuh diri sendiri tapi juga membunuh orang-orang disekitar kita terutama adalah anak dan isteri. Mereka harus menjadi korban keegoisan para perokok aktif, pasalnya para perokok pasif atau mereka yang tidak merokok tapi hidup dikelilingi oleh asap rokok, memiliki resiko kematian yang lebih tinggi. Bahkan saya menyebut rokok sebagai tindak kekerasan dalam rumah tangga karena efek yang ditimbulkannya.

Namun seiring dengan waktu, perkembangan zaman dan pergaulan, saat ini rokok tidak hanya digemari oleh kaum pria, sebagian besar kaum wanita pun turut menjadi perokok aktif. Pergaulan dan perkembangan zaman memang menjadi faktor utama gaya hidup seseorang. Mulai dari coba-coba, disuruh teman, inisiatif sendiri atau bahkan hanya ingin dianggap sebagai sosok yang gaul, maka mereka pun memberanikan diri untuk menjadi seorang perokok. Tapi taukah kalian bahwa seorang wanita perokok memiliki resiko yang lebih tinggi ketimbang pria ? bersumber dari “Buku Pintar Wanita” karya Annia Kissanti, perlu diketahui bahwa kanker paru-paru akibat merokok, membunuh wanita lebih banyak dibandingkan kanker payudara dan kematian akibat merokok setiap tahunnya lebih besar dibandingkan kematian yang disebabkan oleh HIV, penggunaan obat-obatan terlarang dan alkohol. Selain paru-paru, resiko jantung, dan stroke, bagi wanita rokok juga menyebabkan osteoporosis (penipisan dan melemahkan tulang), mempengaruhi kemampuan untuk hamil, meningkatkan resiko keguguran, premature, dan kelahiran mati. Tak hanya itu, wanita yang merokok juga memiliki resiko terhadap kanker lain seperti kanker mulut, faring, laring (pita suara), esophagus, pankreas, ginjal, kandung kemih dan leher rahim. Masihkan anda ingin menjadi perokok aktif ?