Bancan atau pancan merupakan makanan sampingan berupa lauk pauk dalam tradisi kuliner Korea. Bancan ini biasanya dimakan dengan nasi putih dan sup atau kaldu, beraneka ragam bancan dihidangkan dalam piring-piring kecil untuk dimakan oleh beberapa orang. Salah satu jenis bancan yang paling umum adalah Kimchi. Kini masakan ala Korea juga mulai dikenal dan disukai oleh negara-negara lain didunia menyusul makanan Jepang dan Cina yang sudah lebih dulu dikenal. Pada dasarnya hampir setiap Negara memiliki ciri khas dalam makanannya. Namun selain makanan yang terkenal karena disukai, didunia ini juga terdapar beberapa jenis makanan yang masih menjadi perdebatan dan menimbulkan kontroversi hingga sekarang dengan berbagai alasan.
Hampir setiap Negara memiliki ciri khas dalam hal makanan, namun ciri khas tersebut seringkali menimbulkan kontroversi atau perdebatan, terutama untuk masalah boleh di konsumsi atau tidak. Alasannya bisa saja karena berbeda sejarah, tradisi, pemahaman hingga menyangkut kepercayaan lantaran berlatar belakang agama. Tapi untuk menghentikan atau menyudahi kontroversi sebuah makanan bukanlah hal yang mudah. Bahkan hingga kini kontroversi masalah makanan yang bisa dimakan atau tidak ataupun pengolahannya benar atau salah masih terus berlangsung. Bukan hanya kontroversi diantara orang-orang dalam satu Negara saja tapi seringkali kontroversi ini meluas hingga menjadi permasalahan Internasional. Hingga kini makanan yang menjadi kontroversial tersebut masih bisa kita jumpai dibeberapa Negara berikut ini :
1. Foie Gras (Lemak Hati)

Makanan yang satu ini memang kurang begitu familiar karena hanya ada di beberapa Negara, salah satunya adalah Perancis. Di negri mode ini Foie Gras adalah makanan mahal yang dijual di restoran kalangan atas. Bahkan beberapa penyuka makanan ini mengatakan kalau foie gras merupakan makanan paling lezat. Lemak hati bebek atau angsa ini bisa lumer dalam mulut ketika kita memakannya, sensasi inilah yang membuat foie gras sangat diminati di Perancis. Sebenarnya makanan ini sudah ada sejak zaman Mesir kuno atau 2500 sebelum masehi dan terus berlangsung hingga saat ini di Perancis, namun sebagian warga Amerika menentangnya terutama para aktivis lingkungan hidup. Mereka tidak menentang masalah makanan itu layak di konsumsi atau tidak tapi kontroversi berasal dari cara pembuatannya. Untuk membuat foie gras bebek-bebek atau angsa dipaksa untuk memakan bahakan makanan yang sudah dipersiapkan, setiap peternak memasang sebuah tabung logam kedalam tenggorokan bebek atau angsa tersebut sehingga tidak melewati proses pencernaan alami. Pembusukan makanan yang menjadi lemak disekitar hati unggas inilah yang nantinya akan diambil oleh para peternak. Namun bagi para peternak Perancis semua itu tetap bukan permasalahan serius sehingga masih tetap berlangsung.
2. Beruang Kutub
Makanan yang menjadi kontroversi berikutnya adalah beruang kutub. Sebenarnya mengkonsumsi daging beruang kutub sudah berlangsung ratusan tahun silam, tapi hanya dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di kutub, penduduk asli artik dan masyarakat pedalaman di Utara Canada, itupun karena populasi dari beruang kutub masih sangat banyak. Biasanya mereka memanfaatkan bulu untuk dijadikan pakaian, lemaknya untuk minyak dan daging untuk dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari. Namun karena populasi beruang kutub mengalami penurunan yang sangat besar karena pemanasan global dan beruang kutub dijadikan hadiah dalam lomba berburu dibagian Utara Canada, Norwegia dan Rusia, mengkonsumsi hewan ini menjadi kontroversi dan dilarang oleh aktivis lingkungan hidup. Alasannya demi kelangsungan beruang kutub dari kepunahan. Sayangnya perburuan beruang kutub di Canada masih diperbolehkan walaupun kini dibatasi hanya untuk beberapa ekor saja setiap tahunnya.
3. Sirip Hiu

Makanan yang sempat menjadi kontroversi dan diminta untuk segera dihentikan yakni sirip ikan hiu. Mengkonsumsi sirip hiu sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 1300 saat zaman Dinasti Ming dan telah sangat terkenal di Cina daratan, perjamuan pernikahan dan acara penting di Kerajaan selalu menyajikan menu sirip hiu. Dalam beberapa kebudayaan sirip hiu menjadi simbol kekayaan, barang berharga dan sangat mewah. Bahkan saat ini dalam bentuk makanan sud
ah di sajikan di beberapa restoran mewah diseluruh dunia, sayangnya permintaan sirip hiu terutama di Cina daratan sudah tidak lagi terkontrol. Tingginya permintaan tersebut telah menimbulkan kritik karena populasi hiu telah menurun drastis dan ekosistem laut telah berada dalam bahaya. Lebih parahnya penangkapan hiu dilaut semakin kejam karena hanya memotong siripnya saja dan melepas hiu hidup tersebut ke laut. Namun pada akhirnya hiu tersebut akan mati karena tidak bisa berenang dengan benar, hal tersebut telah melahirkan kontroversi sehingga pada tahun 2006 pebasket asal Cina, Yaoming berjanji akan berhenti memakan sup sirip hiu.
4. Burung Ortolan

Makanan yang menjadi kontroversi terakhir adalah mengkonsumsi burung Ortolan bunting. Burung ini sangat terkenal dengan kelezatannya sehingga sebagian orang-orang kaya di Perancis dan Asia Barat menyukai burung Ortolan. Karena perburuan burung ini tak terkendali sehingga membuat populasi burung Ortolan semakin sedikit. Kini dibeberapa negara Eropa perburuan Ortolan dianggap ilegal. Cara perburuan dan proses sebelum dihidangkan dianggap kejam sehingga melahirkan kontroversi. Dalam perburuannya burung tersebut ditangkap hidup-hidup dan dimasukkan dalam sangkar yang gelap, dalam sangkar-sangkar gelap tersebut burung-burung itu dibiarkan menjadi sangat gemuk lalu disiram dengan minuman berakohol dan dipanggang. Bahkan setiap restoran yang menyajikan burung Ortolan meminta kepada pelanggannya untuk menutup hidup dengan serbet karena aroma burung panggang selalu disajikan masih dalam keadaan bau. Burung kecil ini mengkonsumsi makanan hanya dalam beberapa menit saja.
Sumber : Spotlite Trans 7