Beragam profesi memiliki resikonya masing-masing. Seperti orang kantoran yang terpatok pada jam 9 pagi sampai jam 5 sore, dengan begitu mungkin mereka masih bisa mengatur segala aktitas kesehariannya dengan normal. Tapi bagaimana dengan profesi yang menuntut kesiapan waktu hingga 24 jam ? tentu saja hal ini memiliki resiko tersendiri dalam hal kesehatan, tapi tidak jika mereka bisa mengatur waktu makan mereka dengan baik. Namun kerja selama 24 jam tentu saja menguras tenaga dan pikiran, apalagi kalau perut keroncongan saat tengah malam, harus kemana mencari makan ? Mengingat begitu banyaknya profesi yang tidak hanya ‘nine to five’, dan kehidupan tengah malam Ibukota yang semakin ramai, ada beberapa tempat makan yang sengaja buka 24 jam untuk mereka-mereka yang dituntut siaga selama seharian suntuk oleh profesinya.
Bukan hanya makanan cepat saji dan cemilan tapi juga makanan berat yang baru dimasak. Beberapa tempat makanan tersebut malah sudah melegenda, terkenal karena sajian dan kelezatannya. Dimana sajakah tempat makan 24 jam itu berada ? Berikut informasinya.
1. Restoran Pakistan Aneka Bubur 786
Tempat makan 24 jam yang terkenal adalah Restoran Pakistan Aneka Bubur 786 di Radio Dalam. Di restoran ini disediakan beraneka ragam bubur, mulai dari bubur ayam, bubur kacang ijo, sampai bubur sumsum. Selain bubur menu andalan restoran ini adalah makanan khas Pakistan. Untuk mempertahankan citarasa Pakistannya restoran ini memakai bahan-bahan dan bumbu-bumbu yang langsung di import dari negeri asalnya. Selain itu karenanya banyak permintaan dari pelanggan, restoran ini pun menyediakan menu terbaru yaitu aneka steak. Untuk menambah agar suasanya sama seperti di Pakistan, pemilik restoran ini memasang berbagai macam perabotan yang bernuansa Pakistan. Sedangkan yang merubah konsepnya menjadi restoran 24 jam adalah setelah restoran ini berdiri selama lima tahun, Marwan AS selaku Manager menjelaskan bahwa restoran ini akhirnya buka selama 24 jam atas banyaknya permintaan dari para pelanggan.
2. Warteg Warmo
Warteg Warmo adalah warung makan yang sangat terkenal di daerah Tebet. Warteg ini sudah berdiri sejak tahun 1971, warteg yang satu ini memang terbilang sangat istimewa dan berbeda dari warteg-warteg lainnya. Untuk menarik para pengunjung Warmo menyediakan lebih dari 60 macam lauk pauk antara lain sate cumi, sate udang, berbagai macam olahan ayam, daging sapi dan ikan, tidak ketinggalan tempe, tahu dan telur. Untuk sayurnya pun sangat beragam ada sayur pare, cap cay, kangkung, tumis toge, sampai semur jengkol. Untuk menyiapkan berbagai macam makanan tersebut dalam 24 jam, warteg ini membagi waktu masak menjadi 4 kali dalam sehari yaitu pada pukul 5 pagi, 2 siang, 8 malam dan 2 dini hari. Jadi makanan yang kita makan adalah makanan yang masih fresh. Warteg yang juga merupakan langganan para artis ini tidak pernah sepi dari pengunjung, apalagi pada saat jam-jam makan seperti jam makan siang dan jam makan malam. Bahkan kalau akhir pekan Warmo sudah dipadati pelanggan sejak pagi hari. Untuk harga pun Warmo tidak berbeda dengan warteg lainnya, cukup mengeluarkan 10 ribu rupiah saja dapat dipastikan perut anda kenyang.
3. Rumah Makan Indo Gaya Rasa
Rumah Makan Indo Gaya Rasa mengawali bisnisnya tidak langsung mengusung konsep rumah makan 24 jam, melainkan hanya buka mulai dari jam 5 sore sampai jam 10 malam saja. Rumah makan yang terletak di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan ini menyajikan cukup banyak menu. Bukan hanya makanan barat tapi juga cemilan, disini anda bisa menikmati jenis martabak manis maupun martabak telur. Berbeda dengan penjual martabak lain, martabak manis disini sangat variatif, ada kacang mede, blueberry, pisang dan yang paling dicari para pengunjung rumah makan ini adalah martabak durian. Sementara untuk martabak telurnya ada martabak telur ayam, bebek dan ayam jamur. Untuk makanan beratnya dirumah makan ini juga tersedia berbagai macam jenis menu chinese food dan sea food. Sedangkan yang menjadi menu favorit para pelanggan di restoran ini sebagai menu beratnya adalah ayam bakar pit yaitu ayam bakar yang sebelum dibakar harus diungkep terlebih dahulu dengan tauco dan bumbu pendukung lainnya. Arbiyanto pemilik restoran mengamati jumlah para pengunjungnya yang semakin dini hari semakin banyak untuk itulah akhirnya restoran ini dibuka selama 24 jam.
4. Restoran Kwangtung
Restoran ini berada di daerah Pecenongan, Jakarta Pusat dari awal berdiri pada tahun 2003 restoran ini memang sudah berkonsep 24 jam. Alasan pemilik membuka restoran 24 jam ini karena lokasi restoran Kwangtung ini berada dipusat kota Jakarta, dimana kegiatan pada malam hari tidak kalah ramai dari siang hari. Kalau didengar dari namanya restoran ini merupakan restoran spesialis bubur, mulai dari bubur daging hingga bubur sayuran tersedia disini. Tapi jangan salah karena selain bubur, restoran langgganan para artis ini juga menyediakan hidangan ala Hongkong, menu-menu andalan restoran ini adalah tomeo cah bawang putih, tahu special Kwangtung, steam scalep dan steam kerapu ala Hongkong. Demi menjaga kualitas rasa agar tetap bercitarasa Hongkong beberapa bahan yang digunakan pun di import langsung dari Hongkong. Walaupun restoran ini langganan para artis dan sebagian bahan yang digunakan merupakan bahan import tapi soal harga masih tetap terjangkau oleh saku. Kisaran harga disini sekitar 20 ribu rupiah sampai 200 ribu rupiah, dan satu lagi kelebihan restoran ini adalah buka setiap hari selama 24 jam dan tetap buka di hari-hari libur besar.
5. Ketan Susu Kemayoran
Cemilan mengenyangkan ini sangat terkenal kelezatannya. Rasa gurih ketan dan kelapa muda ditambah dengan manisnya susu menambah rasa baru dari makanan tersebut. Ketan susu ini bisa dimakan polos atau ditambah dengan gorengan yang tersedia seperti tempe goreng, pisang goreng dan singkong goring, teh poci pun disiapkan untuk melengkapi kenikmatannya. Warung ketan susu yang berada di daerah Kemayoran ini sudah ada sejak tahun 1960, dari awal berdiri warung ini sudah buka 24 jam. Karena lokasinya yang dekat dengan lapangan terbang Kemayoran dimana para Pilot yang pulang larut atau ingin mencari sarapan pasti mampir ke warung ketan ini. Namun jaman dulu ketannya belum pakai susu, baru pada tahun 2000-lah ketannya ditambah susu, hal tersebut diawali ketika salah seorang pelanggan meminta sepiring ketan dan ditambahkan susu kental manis. Karena rasanya yang lezat dan harganya yang murah yaitu 3 ribu rupiah per porsi membuat para pelanggannya selalu ketagihan dan terus berdatangan. Warung ketan susu ini pun tidak pernah sepi pengunjung, dalam seharian atau 24 jam warung ketan susu ini bisa menjual 70 kg ketan, apalagi kalau akhir pekan warung bisa bisa menjual sampai 100 kg ketan.
Sumber : Spotlite Trans 7
BACA JUGA

