Banyak orangtua yang terlalu mengekang anaknya untuk tidak melakukan hal ini dan hal itu, alasannya adalah demi untuk kebaikan si anak. Namun sadarkah para orangtua bahwa sesungguhnya hal seperti itu justru akan menjadi boomerang bagi si anak untuk bisa berkembang dalam keatifitasnya sendiri ?. Sesungguhnya ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh para orangtua untuk memupuk dan mengembangkan kreativitas anak, diantaranya adalah dengan cara-cara berikut ini :
1. Berikan Kebebasan
Yang paling utama harus dilakukan orangtua untuk memupuk kreativitas anak adalah memberikan kebebasan berpikir, merasa dan menjadi diri sendiri. Anak hanya bisa menjadi kreatif jika ia merasa aman di lingkungannya, ketika ia merasa boleh menjadi diri sendiri. Beri anak waktu dan bahan-bahan yang bisa menciptakan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Anak-anak cenderung lebih kreatif saat orangtua memberikan kebebasan untuk menciptakan sesuatu sesuai keinginannya.
2. Hargai Anak
Menghargai anak, bahwa mereka punya hak untuk menjadi diri sendiri dan percaya dengan keunikannya bisa membuat anak percaya pada dirinya sendiri. Hasilnya, anak merasa mampu mengambil resiko dan bersikap orisinal. Hargai imajenasi dan fantasi anak-anak kalian karena darisinilah kreatifitas berawal. Seperti beberapa contoh komentar yang bisa memupuk kreatifitas : “Coba kamu ceritakan ke bunda/ayah”, “Ayo, mari kita coba”, “ Apa kamu punya alternatif lain?”, “Senangnya bisa mencoba sesuatu yang lain”. Komentar-komentar seperti diatas bisa membangkitkan daya kreatifitas dan rasa percaya diri anak agar mereka bisa percaya pada dirinya sendiri untuk mencoba sesuatu yang baru sesuai dengan daya kreatifitas dan imajenasinya sendiri.
3. Hargai Kreatifitas
Dorong hasrat ingin tau anak. Albert Einstein mengatakan “Saya tak punya bakat istimewa, saya hanya mempunyai rasa ingin tau yang besar”. Jadi hargai dan pujilah usaha kreatif anak kalian.
4. Beri Kesempatan Pada Anak
Beri kesempatan pada anak untuk mengembangkan minat baru, melihat hal-hal baru, mengalami sesuatu yang lain dan membangun keterampilan-keterampilan baru. Jika anak kalian mengungkapkan ide-ide orisinalnya, coba dengarkan. Biarkan dia mengungkapkan dirinya dengan cara apapun yang membuatnya merasa senang. Sukses melahirkan lebih banyak sukses. Kreatif akan melahirkan lebih banyak kreatifitas.
5. Tanamkan Nilai Bukan Aturan
Terlalu banyak aturan bisa mematikan kreatifitas. Tapi jika kalian mendasari tindakan-tindakan kalian pada nilai-nilai dan menjadi teladan pada nilai-nilai itu, biarkan anak kalian memutuskan perilaku mereka berdasarkan nilai-nilai itu, dengan begitu kreatifitas anak akan berkembang.
6. Prestasi, Bukan Angka atau Rangking
Dorong anak untuk berusaha yang terbaik dan mencapai sesuatu yang istimewa. Imajenasi dan Integritas untuk mengembangkan kreatifitas jauh lebih penting dibanding nilai tinggi dan rangking. Apa artinya nilai tinggi jika didapat dengan cara tidak jujur yakni mencontek. Kreatifitas dikembangkan lewat pencapaian sesuatu yang penting untuk anak.
7. Jadi Teladan
Orangtua adalah teladan pertama dan utama dari anak-anaknya. Biarkan anak kalian melihat sendiri, menjadi kreatif itu seperti apa. Beberapa ciri orang kreatif adalah tidak otoriter, terbuka dengan petualangan dan aktifitas, tidak mudah cemas, berani mengambil resiko, mengejar dan mewujudkan minat dan hasrat.
Sumber : Tabloid Aura Edisi 15
BACA JUGA
- 21 Rahasia Hidup Lebih Bahagia Versi Suku Indian
- Inilah Tempat Makan 24 Jam Paling Populer di Jakarta
- Antara Rokok, Seks dan Keluarga

