Stroke dan obesitas merupakan salah satu akibat dari kebiasaan habis makan langsung tidur. Banyak orang merasa ngantuk setelah makan. Dengan makan secara otomatis memang menambah energi, tapi kenapa justru rasa kantuk yang muncul ? Biasanya rasa kantuk muncul setelah kita makan makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Kita merasa ngantuk setelah makan banyak, karena aliran darah akan lebih banyak ke saluran pencernaan kita. Semakin banyak makanan yang kita konsumsi maka semakin banyak darah yang mengalir ke saluran pencernaan. Hal inilah yang menyebabkan pasokan oksigen untuk otak dan organ-organ lainnya berkurang, sehingga kita menjadi lemas dan mengantuk.
Meski tidur sangat baik untuk kesehatan, namun jika kita tidur setelah makan, maka akan sangat berbahaya untuk kesehatan. Karena itu disarankan sebaiknya makan 3 jam sebelum tidur. Berikut adalah banhaya yang bisa di timbulkan kalau kita langsung tidur setelah makan.
1. Tenggorokan Terbakar
Bahaya tidur setelah makan yang pertama adalah tenggorokan terbakar. Hal ini dipicu oleh reflus asam, Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD. GERD yang merupakan nama lain dari reflus asam adalah tidak menutupnya katup antara perut dan kerongkongan. Hal ini memungkinkan asam lambung menjalar ke tenggorokan dan menyebabkan tenggorokan terasa terbakar. Gejala ini merupakan gangguan dimana asam lambung terdorong ke kerongkongan karena katup yang memisahkan kerongkongan tidak berfungsi dengan baik. Reflus asam juga biasa terjadi pada orang yang menderita obesitas, hal ini dikarenakan oleh orang gemuk perutnya kelebihan beban sehingga ada tekanan pada perut yang membuat katup otot diantara kerongkongan dan perut terbuka. Pada orang normal katup ini otomatis tertutup dan mencegah naiknya asam lambung ke kerongkongan. Reflus asam yang tidak terkontrol dapat menyebabkan peradangan esofagus dan pendarahan pada perut dan kerongkongan.
2. Rasa Panas di Dada
Pada awalnya berbaring setelah makan, mungkin akan membuat kita merasa baik. Tapi, sistem pencernaan akan bekerja lebih keras dan hal ini bisa menyebabkan asam lambung meningkat dan memicu sakit maag. Kadang hal ini juga bisa menyebabkan rasa panas pada perut, dada dan tenggorokan. Normalnya isi lambung atau maag akan kosong lagi dua jam setelah kita makan, tapi kalau tubuh kita berada dalam posisi berbaring, maka proses pengosongan lambung atau maag akan terhambat dan terlambat. Hal ini akan mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan seperti mencret dan sembelit, tergantung bahan makanan yang kita makan. Jadi sebaiknya jangan berbaring setelah makan, setidaknya tunggu sampai dua jam agar sebagian besar makanan sudah ke lambung menuju usus.
3. Berat Badan Naik
Hal ini akan terjadi jika kalian terbiasa makan larut malam sebelum tidur. Selama tidur kecepatan sistem pencernaan akan melambat. Untuk alasan inilah makan malam tidak dianjurkan, karena enzim dan asam lambung yang berfungsi mengubah makanan menjadi energi tidak aktif, sehingga bisa menumpuk kalori dalam tubuh. Padahal untuk menurunkan berat badan, tubuh kita harus membakar kalori lebih banyak dari kalori yang kita konsumsi. Penimbunan makanan yang terbanyak ketika tidur setelah makan, terutama terjadi di bagian perut, sehingga biasanya perut akan menjadi buncit. Untuk menghindari rasa kantuk setelah makan, baiknya janganlah makan terlalu kenyang, perbanyaklah asupan protein dan kurangi asupan karbohidrat. Kurangi juga makanan bertepung dan yang mengandung gula seperti roti, pasta dan cake. Pilihlah protein dengan lemak rendah seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, ikan dan daging ayam tanpa kulit.
4. Serangan Stroke
Ini merupakan resiko paling bahaya dari tidur setelah makan. Hasil penelitian yang di lakukan oleh University of Loannina, Yunani menemukan bahwa perilaku tidur setelah makan dapat meningkatkan resiko serangan stroke. Penelitian yang melibatkan 500 orang sehat menemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur memiliki resiko terendah mengalami stroke. Ada dua teori yang bisa menjelaskan hasil penelitian ini. Pertama stroke bisa terjadi di sebabkan oleh kerasnya kerja sistem pencernaan kita yang berdampak pada meningkatnya tekanan darah, kadar gula dan kolesterol yang nantinya bisa memicu terjadinya stroke. Teori kedua mengemukakan reflus asam yang terjadi jika kita langsung tidur setelah makan, akan meningkatkan terjadinya nafas terhenti selama tidur yang bisa menyebabkan serangan stroke.
5. Sariawan
Jika kita tidur setelah makan, maka pencernaan akan kacau dan berakibat panas dalam yang menimbulkan sariawan. Jadi, orang yang sariawan bukan semata-mata karena kurang vitamin c, tapi juga karena makan yang tidak teratur dan kebiasaan buruk tidur setelah makan. Panas dalam adalah keadaan dimana tubuh manusia mengalami panas yang berlebihan, terutama di sistem pencernaan. Panas dalam bisa disebabkan oleh tidak seimbangnya makanan yang bersifat panas dan dingin.
Sumber : Spotlite Trans 7


