Konser adalah pertunjukan yang di sajikan secara langsung, sebagai bentuk apresiasi para musisi untuk penggemarnya. Di ajang bertemunya musisi dengan penggemar yang harusnya bisa dinikmati itu, tak jarang berujung kematian dan tragedi mengerikan lainnya. Hal ini tidak hanya di sebabkan oleh histeria penggemar, tapi kadang disebabkan oleh ulah sebagian penonton yang tidak bertanggung jawab, kelalaian dan ketidaksiapan panitia penyelenggara. Namun, tidak semua hiburan yang dianggap menyenangkan bagi para pecinta musik ini berakhir dengan rusuh dan keributan.
Berikut beberapa konser musik berdarah paling buruk sepanjang sejarah :
1. Konser The Rolling Stone – California (1969)
Konser gratis grup musik ternama The Rolling Stone yang digelar di Altamont Speedway, California pada 6 Desember 1969 silam, dikenang sebagai tragedi terburuk musik rock n roll hingga saat ini. Dari awal pagelaran musik ini telah di curigai akan rusuh, karena terjadi pergantian lokasi yang membuat panggung konser tersebut berada di tanah yang paling rendah. Hal ini membuat para penonton dengan mudah bisa loncat keatas panggung. Tim Rolling Stone pun mengajak pasukan Hells Angel (komunitas motor besar ternama di California) untuk berjaga di pinggir panggung. Kerusuhan dimulai saat sang vokalis Mick Jagger tiba-tiba mendapat pukulan di wajah yang tak jelas asalnya, sesaat setelah turun dari helikopter. Aksi itu pun memicu keributan di kalangan penonton yang jumlahnya mencapai 300 ribu orang. Ditambah ada salah seorang penonton yang tak sengaja menabrak personil Hels Angel sampai jatuh, yang kemudian membuat Hels Angel jadi beringas. Insiden itu pun kian parah ketika ada salah seorang penonton yang di curigai ingin membunuh Mick Jagger. Dalam insiden tersebut, tercatat 4 orang tewas dan ratusan orang luka berat.
Berikut beberapa konser musik berdarah paling buruk sepanjang sejarah :
1. Konser The Rolling Stone – California (1969)
Konser gratis grup musik ternama The Rolling Stone yang digelar di Altamont Speedway, California pada 6 Desember 1969 silam, dikenang sebagai tragedi terburuk musik rock n roll hingga saat ini. Dari awal pagelaran musik ini telah di curigai akan rusuh, karena terjadi pergantian lokasi yang membuat panggung konser tersebut berada di tanah yang paling rendah. Hal ini membuat para penonton dengan mudah bisa loncat keatas panggung. Tim Rolling Stone pun mengajak pasukan Hells Angel (komunitas motor besar ternama di California) untuk berjaga di pinggir panggung. Kerusuhan dimulai saat sang vokalis Mick Jagger tiba-tiba mendapat pukulan di wajah yang tak jelas asalnya, sesaat setelah turun dari helikopter. Aksi itu pun memicu keributan di kalangan penonton yang jumlahnya mencapai 300 ribu orang. Ditambah ada salah seorang penonton yang tak sengaja menabrak personil Hels Angel sampai jatuh, yang kemudian membuat Hels Angel jadi beringas. Insiden itu pun kian parah ketika ada salah seorang penonton yang di curigai ingin membunuh Mick Jagger. Dalam insiden tersebut, tercatat 4 orang tewas dan ratusan orang luka berat.
2. Konser The Who – Ohio (1979)
Dalam tour salah satu grup musik rock terbesar di Inggris, The Who pada tahun 1979, tercatat sebelas penonton tewas dan 26 orang cedera. Tragedi ini terjadi saat kerumunan penonton tengah mengantri memasuki Riverfront Coliseum, Cincinnati, Ohio. Insiden ini berasal dari kelalaian para penonton yang tidak tertib berebut mencari tempat duduk terbaik di bangku penonton kelas festival, akibat ketidaksiapan panitia penyelenggara akan kondisi Coliseum yang tak mampu menampung banyak orang, sedangkan diluar banyak penonton yang berusaha merangsek masuk, melalui pintu masuk panggung yang sebagian besar belum terbuka. Akibat insiden ini, pemerintah kota Cincinnati melarang dilangsungkannya musik rock selama 25 tahun.
3. Konser Guns n Roses dan Metallica – Canada (1992)
Pada tahun 1992 nama band legendaris Guns n Roses dan Metallica sangat populer bagi seluruh penggemar musik rock di dunia. Namun demikian kabar tak sedap turut mencoreng nama besar band rock ini. Sebuah tragedi di dalam sejarah musik rock kembali terjadi saat dua band ini tampil di sebuah panggung yang sama di Olympic Stadium Montreal, Canada pada 8 Agustus, 1992. Saat itu, penampilan Metallica harus di hentikan lebih awal setelah sang vokalis James Hetfield mengalami luka bakar stadium 3, akibat James berdiri terlalu dekat dengan efek peluncur kembang api. Selama hampir dua jam penonton harus terpaksa berdiri menatap panggung yang kosong. Angin segar pun datang saat Guns n Roses tampil diatas panggung. Namun sayang, mereka hanya bisa bermain selama 55 menit, setelah Axl Rose meninggalkan panggung akibat gangguan pada pita suaranya. Emosi penonton yang telah tertahan sejak 2 jam itu pun menyeruak. Sebanyak 53 ribu penonton yang kecewa mengekpresikan kemarahan mereka dengan membuat kekacauan di Stadium Monteral tersebut. Mereka membakar, melempari batu dan merusak sejumlah mobil yang terparkir.
4. Festival Woodstock – New York (1999)
Pada awalnya Woodstock merupakan konser musik yang berlangsung pada 1969 untuk menyuarakan pesan damai kepada dunia. Kala itu, dunia tengah dilanda perang dingin antara Amerika Serikat dengan Russia. Konser Woodstock berikutnya berlangsung di New York, 24 Juli 1999 ini, di ramaikan oleh puluhan band ternama dunia seperti Korn, Limp Bizkit, dan Red Hot Chili Peppers menjadi ricuh. Saat grup musik Limp Bizkit beraksi diatas panggung, di kabarkan terjadi beberapa tindakan asusila di tengah kerumunan penonton. Bahkan kerusuhan semakin menjadi ketika Limp Bizkit membawakan ‘Break Stuff’. Beberapa penonton mencopot papan pagardan membawanya ke tengah kerumunan massa. Saat Red Hot Chili Peppers beraksi pun para penonton membakar pagar, papan kayu dan benda-benda lainnya hingga situasi di arena konser semakin memanas.
5. Konser Pearl Jam – Denmark (2000)
Pada tahun 2000 silam, sebuah festival musik Roskilde yang diisi oleh salah satu band yang tengah naik daun kala itu, Pearl Jam, menjadi salah satu catatan buruk konser musik berdarah di dunia. Konser yang di hadiri oleh sekitar 100 ribu orang itu berujung tragis dengan meninggalnya 9 orang penonton karena kekurangan oksigen dan terhimpit oleh penonton lainnya. Tragedi ini bermula saat 45 menit setelah Pearl Jam beraksi di panggung. Sekitar 50 ribu penonton mulai memadati dan bergerak maju, akibatnya penonton yang berada di barisan paling depan terdesak hingga ke pagar pengaman. Kondisi inilah yang memicu kekisruhan diantara penonton. Meski demikian penyebab kerusuhan di festival Roskilde masih di perdebatkan, mulai dari hujan deras yang membuat arena jadi berlumpur, penggunaan narkoba di kalangan penonton, pengamanan yang kurang baik sampai penggunaan pagar pengaman yang tidak sesuai standart. Dengan perasaan duka mendalam atas insiden yang terjadi, grup band Pearl Jam sempat berhenti sejenak dalam konsernya, bahkan tragedi ini di tuangkan ke dalam lagu mereka berjudul ‘Love Boat Captain’ yang liriknya di tulis oleh sang vokalis Eddie Vedder.
6. Konser Marylin Manson – Kansas (2003)
Konser Marylin Manson merupakan tragedi konser terburuk sepanjang masa. Pasalnya, dimana pun Marylin Manson mengadakan pertunjukan, ia selalu melakukan hal-hal yang kontroversial, sensasional, sampai hal yang dianggap tabu. Ulahnya itu pun dilakukan saat ia sedang melakukan konser di Kansas City Missouri, Amerika Serikat pada 30 Oktober 2003. Setelah menyelesaikan dua lagu, sekitar 12 ribu penonton mendesak dan berhasil menjebol pagar keamanan. Bahkan para petugas pun tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya penampilan Marilyn dihentikan lebih awal oleh pihak penyelenggara. Saat beberapa penonton meninggalkan area konser dengan tertib dan damai, tapi tidak dengan 2 ribu penonton yang masih kesal dan marah akibat penghentian konser tersebut. mereka mengamuk di dalam area konser, melemparkan botol yang berisi air seni dan merusak benda-benda di sekitarnya. Akibat kerusuhan ini, 7 orang terluka, 1 orang ditangkap dan 9 mobil polisi rusak parah.
7. Konser Beside – Bandung (2008)
Tragedi mencekam telah terjadi dalam pagelaran musik metal tanah air yang di gelar di Gedung Asia Afrika, Bandung tahun 2008. Tercatat 10 orang tewas dan 6 orang lainnya luka-luka. Panitia penyelenggara dianggap lalai karena memasukkan 1500 penonton di tempat yang hanya berkapasitas 700 orang. Penonton tewas saat hendak meninggalkan lokasi karena berdesak-desakan. Atas insiden ini, grup band under ground Beside dan panitia penyelenggara secara resmi meminta maaf atas jatuhnya korban di konser perdana mereka.
Sumber : On The Spot - Trans 7

