MERDEKA.COM. Dua pekerja tempat hiburan malam yang tak lain adalah pasangan kekasih di Medan menjadi korban perampokan. Bahkan sang wanita diperkosa 6 dari 8 pelaku secara bergiliran.
Kedua korban yaitu K (19), perempuan warga Jalan Pratun, Medan Estate, dan pacarnya DE (22), warga Jalan Karya. K diketahui bekerja di Diskotek Barcelona, sedangkan DE merupakan pegawai Diskotek Zone.
Saat mengadu ke Mapolresta Medan, Kamis (29/5), K menceritakan peristiwa itu terjadi saat dia dan pacarnya DE pulang dari nongkrong di warung kopi (warkop) Elisabeth, Jalan H Misbah dini hari tadi. Ketika itu mereka berboncengan dengan sepeda motor Yamaha Mio BK 1364 milik DE.
Tak jauh dari warkop Elisabeth, tepatnya di sekitar simpang Jalan Jenderal Sudirman, kendaraan mereka dipepet mobil dan kemudian dipaksa berhenti. "Dua orang turun dari dalam mobil, mereka mengaku sebagai polisi dan menuduh kami sebagai bandar narkoba," ucap K.
Namun, pasangan ini tidak begitu saja percaya. Mereka meminta bukti keduanya sebagai polisi. "Dua orang itu langsung mengacungkan pistol dan senjata tajam," sambung K.
Di bawah todongan senjata K dan DE dimasukkan ke dalam mobil. Di kendaraan itu ternyata sudah ada 6 rekan pelaku.
Setelah dimasukkan ke dalam mobil, wajah K dan DE dilakban dan dibawa pergi. Sepeda motor milik DE pun dikendarai kawanan pelaku.
Para pelaku kemudian memukuli dan menyiksa DE hingga babak belur. Telinganya bahkan nyaris putus. Mereka juga merobek baju dan membuka celana K. Perempuan itu diperkosa bergiliran di dalam mobil.
"Ada 6 orang yang memerkosaku," ucap K.
Setelah diperkosa, pelaku memberi baju kaus hitam kepada K karena bajunya sudah robek. Dia kemudian dibuang di sekitar Galang, Deli Serdang.
"Pacarku dibuang di jalan tol Bandar Selamat," jelas K.
Warga yang menemukan K kemudian membantu perempuan itu. Dia diantarkan untuk membuat laporan ke Mapolresta Medan.
Sementara itu, DE ditemukan petugas PJR yang melintas di jalan tol. Pemudia itu kemudian dibawa ke RS Pirngadi Medan dan masih mendapatkan perawatan di sana.

